1. Konsep Literasi Fungsional bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Literasi fungsional pada satuan Pendidikan Khusus (SLB/SKh) tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca teks panjang, melainkan kemampuan memahami simbol, rambu, petunjuk visual, label benda, serta informasi praktis yang membantu kemandirian peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
2. Langkah Pelaksanaan Asesmen Diagnostik Literasi
- Identifikasi Modalitas Belajar Utama: Amati apakah peserta didik lebih responsif terhadap rangsangan visual (gambar/warna), auditori (suara/cerita), atau kinestetik/taktil (meraba benda konkret/Braille).
- Pemetaan Kemampuan Pra-Membaca: Periksa kontak mata, rentang konsentrasi, kemampuan mencocokkan benda yang sama, serta pengenalan gambar objek di sekitar rumah dan sekolah.
- Penentuan Target Fungsional: Tetapkan target yang realistis dan terukur dalam Program Pembelajaran Individual (PPI), misalnya mengenali nama sendiri, membaca jadwal harian bergambar, atau memahami simbol keselamatan.