PENTINGNYA ASSESMEN PEMBELAJARAN UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Pada hari Rabu, tgl 17 Januari 2024 Slbn-1 Muara Teweh berkolaborasi dgn sekolah inklusi SDN 1 Lanjas di Muara Teweh mengadakan asesmen pembelajaran untuk siswa(i) SDN 1 Lanjas yang teridentifikasi mengalami hambatan atau gangguan belajar. Salah satu karakteristik dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah berorientasi kepada kebutuhan anak. Layanan pendidikan lebih ditekankan kepada layanan individual.

Adapun pengertian dari asesmen adalah serangkaian kegiatan yang meliputi pengumpulan data, analisis data, hingga interpretasi data yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kinerja siswa selama proses pembelajaran. Asesmen terhadap siswa ini  dapat dilakukan oleh masing-masing guru pengampu mata pelajaran, Guru kelas, guru BK, maupun psikolog.

Adapun tujuan  dari asesmen  adalah  untuk  menemukan kemampuan dan ketidakmampuan, atau kesulitan, atau masalah yang dihadapi siswa, sehingga dapat ditetapkan kebutuhan belajar siswa.  Berdasarkan hasil asesmen ini maka selanjutnya guru membuat program perencanaan intervensi (pembelajaran) yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Ada beberapa Hal yang perlu dipertimbangkan di dalam melakukan asesmen :

a. Kapan asesmen dilakukan?
Untuk menentukan program pembelajaran yang relevan dan fungsional bagi anak, asesmen seyogyanya dilakukan secara terus menerus (kontinyu).
b. Di mana asesmen dilakukan?
Untuk melihat bagaimana perilaku anak, asesmen henda knya dilakukan dalam situasi
alamiah (seperti di rumah, di dalam kelas, di kantin, di asrama, dsb. di mana anak tinggal).
c. Bagaimana asesmen dilakukan?
Beberapa teknik dapat digunakan dalam melakukan asesmen, di antaranya: observasi,
wawancara, dan tes. Observasi dan wawancara yang mendalam banyak
membantu menggali kemampuan, masalah, dan kebutuhan anak.

September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930